Cara Menghitung Bunga Pinjaman per Bulan

Cara Menghitung Bunga Pinjaman per Bulan dan Contohnya

Cara menghitung bunga pinjaman per bulan merupakan hal wajib yang harus dipahami dengan detail. Terlebih bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman ke bank, leasing ataupun lembaga pembiayaan lainnya. 

Memahami Cara Menghitung Bunga Pinjaman per Bulan

Beberapa orang seringkali tergiur cicilan ringan tanpa benar-benar memahami bagaimana perhitungan bunga pinjaman. Padahal, kesalahan dalam memahami bunga pinjaman bisa membuat total uang membengkak. Hal ini bisa saja memberatkan kondisi keuangan di masa depan. 

Dengan memahami cara kerja bunga pinjaman, individu bisa langsung membandingkan berbagai produk kredit. Selain itu, individu juga bisa mengetahui total biaya pembayaran dan memastikan cicilan sesuai kemampuan finansial. 

Mengenal Bunga Pinjaman

Bunga pinjaman merupakan biaya yang harus dibayarkan kepada pemberi pinjaman sebagai imbalan atas penggunaan dana mereka. Biasanya, bunga dihitung dalam bentuk persentase dari jumlah pokok pinjaman, kemudian dibebankan dalam jangka waktu tertentu. 

Sebagai contoh, ketika meminjam uang Rp50.000.000 dengan bunga 12% per tahun, maka total pengembalian pinjaman tidak hanya Rp50.000.000. Namun, ada pula tambahan biaya bunga sesuai metode perhitungan yang digunakan. 

Cara Menghitung Bunga Pinjaman

Berdasarkan metode perhitungannya, ada dua cara yang bisa digunakan untuk menghitung bunga pinjaman per bulan. Berikut pembahasan dan contoh perhitungannya. 

  1. Bunga Efektif

Metode ini menghitung bunga berdasarkan sisa pokok pinjaman. Seiring berjalannya waktu, porsi bunga dalam cicilan bisa menurun karena pokok utang berkurang. 

Contoh:

Jumlah pinjaman Rp72.000.000 dengan bunga 10% dan tenor 12 bulan.

Rumus Bunga Efektif = Sisa Pokok Pinjaman x Suku Bunga Per Tahun : Jumlah Periode

Pokok pinjaman per bulan: Rp72.000.000 ÷ 12 = Rp6.000.000

  • Bulan 1

Bunga: Rp72.000.000 × 10% ÷ 12 = Rp600.000

Total cicilan: Rp6.000.000 + Rp600.000 = Rp6.600.000

  • Bulan 2

Sisa pokok: Rp66.000.000

Bunga: Rp66.000.000 × 10% ÷ 12 = Rp550.000

Total cicilan: Rp6.000.000 + Rp550.000 = Rp6.550.000

Jadi, bunga akan terus menurun hingga bulan terakhir. Hal ini membuat total pembayaran menjadi lebih adil bagi peminjam. 

  1. Bunga Flat

Metode ini menghitung pokok pinjaman awal dan besarnya setiap bulan hingga akhir tenor. Biasanya, bunga flat sering digunakan pada pinjaman jangka pendek. 

Contoh

Pinjaman Rp48.000.000 dengan bunga 12% dan tenor 12 bulan. 

Rumus Jumlah Bunga = Pinjaman X Tingkat Bunga Flat

  • Pokok per bulan: Rp48.000.000 ÷ 12 = Rp4.000.000
  • Bunga per tahun: Rp48.000.000 × 12% = Rp5.760.000
  • Bunga per bulan: Rp5.760.000 ÷ 12 = Rp480.000

Total cicilan per bulan: Rp4.000.000 + Rp480.000 = Rp4.480.000

Pada dasarnya, setiap lembaga keuangan bisa menerapkan cara menghitung bunga pinjaman per bulan dengan metode yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk memahami jenis dan cara menghitung bunga sebelum menandatangani perjanjian pinjaman.